<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arinday's Weblog</title>
	<atom:link href="http://arinday.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arinday.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Dec 2008 06:54:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arinday.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5937257f7b730ae387a725419ee44f5b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arinday's Weblog</title>
		<link>http://arinday.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>TERSENYUMLAH DENGAN &#8216;HATIMU</title>
		<link>http://arinday.wordpress.com/2008/12/23/tersenyumlah-dengan-hatimu/</link>
		<comments>http://arinday.wordpress.com/2008/12/23/tersenyumlah-dengan-hatimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 06:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinday</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinday.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Orang bijak mengatakan :  Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya &#8217;sahabat yang  bijak&#8217; yang akan meninggalkan JEJAK di dalam  hatimu.
Untuk berinteraksi  dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain,  gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan  kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinday.wordpress.com&blog=3145895&post=10&subd=arinday&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;">Orang bijak mengatakan :  Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya &#8217;sahabat yang  bijak&#8217; yang akan meninggalkan JEJAK di dalam  hatimu.</span></span></span><br />
<span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:fuchsia;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:fuchsia;" lang="SV">Untuk berinteraksi  dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain,  gunakan HATImu!</span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV"> Orang yang </span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:blue;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:blue;" lang="SV">kehilangan uang, akan  kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!  Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin  akan memberikan kepada setiap mahluk makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak  melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, mahluk  itu tetap harus  BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.</span></span></span><span lang="SV"><br />
</span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><br />
</span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Kisah di bawah ini adalah kisah yang  saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau  pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan  direnungkan.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan  baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah  Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan  setiap orang memilikinya.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Tugas terakhir yang diberikan ke para  siswanya diberi nama &#8220;Smiling.&#8221; Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan  memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan  mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk  mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah  bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini  sangatlah mudah.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Setelah menerima tugas tsb, saya  bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di  halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald&#8217;s yang berada di sekitar kampus.  Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam  antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil  mencari tempat duduk yang masih kosong.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Ketika saya sedang dalam antrian,  menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak  menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir  keluar dari antrian.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Suatu perasaan panik menguasai diri  saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat  berbalik itulah saya membaui suatu &#8220;bau badan kotor&#8221; yang cukup menyengat,  ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat  dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama  sekali.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata  saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya,  dan ia sedang &#8220;tersenyum&#8221; kearah saya.</span></span></span><span lang="SV"><br />
</span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Lelaki ini bermata  biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah  saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima &#8216;kehadirannya&#8217; ditempat  itu.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Ia menyapa &#8220;Good day!&#8221; sambil tetap  tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar  makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika  teringat oleh saya &#8216;tugas&#8217; yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang  memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya  segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki  dengan mata biru itu adalah &#8220;penolong&#8221;nya. Saya merasa sangat prihatin setelah  mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama  mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan  counter.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Ketika wanita muda di counter menanyakan  kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk  memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan &#8220;Kopi saja, satu cangkir  Nona.&#8221; Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh  mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam  restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan  tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan  badan.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba  yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti  langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang  hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru  menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri  saya, dan pasti juga melihat semua &#8216;tindakan&#8217; saya.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya  baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya  menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua  paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan  terpisah.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Setelah membayar semua pesanan, saya  minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan  pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa  nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua  lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas  mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin  lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap &#8220;makanan ini telah saya pesan untuk  kalian berdua.&#8221;</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Kembali mata biru itu menatap dalam ke  arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata  &#8220;Terima kasih banyak, nyonya.&#8221;</span></span></span><span lang="SV"><br />
</span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya mencoba tetap  menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata &#8220;Sesungguhnya bukan  saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan  telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada  kalian.&#8221;</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Mendengar ucapan saya, si Mata Biru  tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu  ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya  sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan  bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.  Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan  berkata &#8220;Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku,  yang pasti, untuk memberikan &#8216;keteduhan&#8217; bagi diriku dan anak-2ku! &#8221; Kami saling  berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan  menyadari,bahwa hanya karena &#8216;bisikanNYA&#8217; lah kami telah mampu memanfaatkan  &#8216;kesempatan&#8217; untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat  membutuhkan.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Ketika kami sedang menyantap makanan,  dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu  lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin  &#8216;berjabat tangan&#8217; dengan kami.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Salah  satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap &#8220;Tanganmu  ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini,  jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang  telah kamu contohkan tadi kepada kami.&#8221;</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya  hanya bisa berucap &#8220;terimakasih&#8221; sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan  restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada  &#8216;magnit&#8217; yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami  sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan  pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang  tunawisma tadi, itu benar2 &#8216;tindakan&#8217; yang tidak pernah terpikir oleh saya.  Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa &#8216;kasih sayang&#8217; Tuhan itu  sangat HANGAT dan INDAH sekali!</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Saya  kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan &#8216;cerita&#8217; ini ditangan saya.  Saya menyerahkan &#8216;paper&#8217; saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum  memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada  saya dan berkata, &#8220;Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?&#8221;  dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta  perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para  siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah  menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan  ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat  bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk  di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk  mengungkapkan perasaan harunya.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Diakhir pembacaan paper tersebut, sang  dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya  tulis diakhir paper saya .</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">&#8220;</span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:fuchsia;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:fuchsia;" lang="SV">Tersenyumlah dengan  &#8216;HATImu&#8217;, dan kau akan mengetahui betapa &#8216;dahsyat&#8217; dampak yang ditimbulkan oleh  senyummu itu.&#8221;</span></span></span><span style="color:fuchsia;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:fuchsia;" lang="SV"></p>
<p></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah  &#8216;menggunakan&#8217; diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald&#8217;s,  suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam  terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang  tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu:  &#8220;</span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:fuchsia;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:fuchsia;" lang="SV">PENERIMAAN TANPA  SYARAT</span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">.&#8221;</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Banyak cerita tentang kasih sayang yang  ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang  sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran  bagaimana cara </span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN  SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG  BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Jika  anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini  kepada orang2 terdekat anda. Disini ada &#8216;malaikat&#8217; yang akan menyertai anda,  agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa  berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran  tangannya!</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Orang bijak mengatakan : Banyak orang  yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya &#8217;sahabat yang bijak&#8217; yang  akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.</span></span></span><span lang="SV"><br />
</span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:fuchsia;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:fuchsia;" lang="SV">Untuk berinteraksi  dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain,  gunakan HATImu!</span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV"> Orang yang </span></span></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:blue;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:blue;" lang="SV">kehilangan uang, akan  kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!  Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin  akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak  melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR  untuk bisa mendapatkannya.</span></span></span><span lang="SV"></p>
<p></span><span class="verdana8point1"><span style="font-family:Verdana;color:#0a2154;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:#0a2154;" lang="SV">Orang-orang muda yang &#8216;cantik&#8217; adalah  hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang &#8216;cantik&#8217; adalah hasil karya seni.  Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama  untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu  sendiri</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinday.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinday.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinday.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinday.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinday.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinday.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinday.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinday.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinday.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinday.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinday.wordpress.com&blog=3145895&post=10&subd=arinday&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinday.wordpress.com/2008/12/23/tersenyumlah-dengan-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97d0fd5ad76d8a06e4f75d335e6e862d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arinday</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Rendah Hati dari Nelayan</title>
		<link>http://arinday.wordpress.com/2008/12/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/</link>
		<comments>http://arinday.wordpress.com/2008/12/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 06:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinday</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinday.wordpress.com/2008/12/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa
per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan
bertanya: &#8220;Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?&#8221;
&#8220;Tidak&#8221; jawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinday.wordpress.com&blog=3145895&post=5&subd=arinday&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa<br />
per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan<br />
bertanya: &#8220;Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?&#8221;<br />
&#8220;Tidak&#8221; jawab nelayan itu singkat.<br />
Cendekiawan melanjutkan &#8221; Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak&#8221;<br />
Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.<br />
&#8220;APa bapak pernah belajar sejarah filsafat?&#8221; tanya cendikiawan.<br />
&#8220;Belum pernah&#8221; jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengka n kepalanya.<br />
Cendekiawan melanjutkan &#8221; Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak&#8221;. Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk<br />
membisu.<br />
&#8220;APa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?&#8221; tanya cendikiawan.<br />
&#8220;Tidak bisa&#8221; jawab nelayan itu singkat.<br />
&#8220;Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Bapak&#8221;<br />
Tiba-tiba&#8230; ..<br />
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan<br />
&#8221; Apa bapak pernah belajar berenang?&#8221;<br />
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab &#8220;Tidak pernah&#8221;<br />
Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri &#8220;Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan semua pe luang hidup bapak&#8221;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; .</p>
<p>Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas:<br />
list of 3 items<br />
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain<br />
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan<br />
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain</p>
<p>(dr milist)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinday.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinday.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinday.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinday.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinday.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinday.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinday.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinday.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinday.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinday.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinday.wordpress.com&blog=3145895&post=5&subd=arinday&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinday.wordpress.com/2008/12/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97d0fd5ad76d8a06e4f75d335e6e862d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arinday</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>